Kampuang Nan Jauh Di Mato

Kampuang Nan Jauh Di Mato
Gunung Marapi dilihat dari kampung Sabu, Tanah Datar, SUMBAR, INDONESIA

Minggu, 19 Mei 2013

Akhlak Remaja Masa Kini



Oleh; Eka Susanti

Berbagai ragam krisis akhlak dan moral kini terus menular, merebak dan mewabah dalam masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa: Pemuda sekarang adalah remaja besok, tegaknya negara kita karena kita sendiri sebaliknya, runtuhnya negara kita juga disebabkan oleh kita sendiri. Banyak remaja saat ini sering melakukan hal-hal yang tidak baik, hal itu disebabkan oleh pergaulan bebas. Banyak remaja yang salah bergaul hingga akhir-akhir ini sering ditemukan remaja yang berlaku tidak sopan terhadap orang tua, tidak sopan kepada guru, bahkan remaja yang sering melakukan penyimpangan seperti mencuri, memperkosa, bahkan membunuh. Sungguh tragis akhlak remaja saat ini mereka bersikap jauh dari apa yang diajarkan. Remaja sekarang cenderung lebih memgutamakan emosi dari pada akal sehatnya, mereka selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu sekalipun hal itu dapat merugikan orang lain.
Dunia pendidikan akhir-akhir ini digoncangkan oleh fenomena kurang menggembirakan, hal itu terlihat dari banyaknya terjadi tawuran pelajar, pergaulan asusila dikalangan pelajar dan mahasiswa, kecabulan pornografi tidak terbendung. Kalangan remaja diselimuti kebiasaan bolos sekolah, minuman keras, kecanduan ectasy, budak kokain dan morfin, kesukaan judi dalam budaya yang populer, dan sejenisnya. Para remaja cenderung bergerak menjadi generasi buih terhempas dipantai dan tidak berani ikut serta didalam perlombaan ombak gelombang samudera globalisasi. Pada hakekatnya semua perilaku amoral tersebut lahir karena lepas kendali dari nilai-nilai agama dan menyimpang jauh terbawa arus deras keluar dari alur budaya luhur bangsa. Kondisi seperti itu telah memberikan penilaian buruk terhadap dunia pendidikan pada umumnya.
Remaja akan menjadi aktor utama dalam pentas dunia karena itu generasi muda/ remaja harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan nilai-nilai dinamik yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi. Budaya adalah wahana kebangkitan bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya. Keutuhan budaya bertumpu kepada individu dan himpunan institusi masyarakat yang memiliki kapasitas berkemampuan dalam mempersatukan seluruh potensi yang ada. Perkembangan kedepan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi penerus dan pewaris dengan kepemilikan  ruang interaksi yang jelas menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan  survival kehidupan kedepan.
Kecemasan atas penyimpangan perilaku kemunduran moral dan akhlak, kehilangan kendali para remaja, sepatutnya menjadi kerisauan semua pihak. Ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. Kenakalan remaja lebih banyak disebabkan rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan. Kerusakan diperparah oleh hilangnya tokoh panutan, berkembangnya kejahatan orang tua, luputnya tanggung jawab institusi lingkungan masyarakat, impotensi dikalangan pemangku adat, hilangnya wibawa ulama, bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi lembaga bisnis, dan profesi guru dilecehkan.
Media massa merupakan satu mekanisme yang mempunyai pengaruh yang amat besar dan berkesan di dalam pembentukan keperibadian manusia. Ia merupakan agen sosialisasi dan memainkan peranan penting di dalam menetapkan akhlak di dalam masyarakat. Media massa mampu mencorakkan hati budi yang beroperasi selama 24 jam. Media massa hendaklah mempunyai asas falsafah dan dasar-dasar komunikasi yang selaras dengan nilai-nilai akhlak keagamaan. Para petugas media massa hendaklah meningkatkan rasa tanggung jawab dan kewajiban mereka untuk memihak dan menegakkan nilai-nilai luhur seperti kebenaran, kejujuran dan sebagainya.
Gagasan dan tugas untuk membangun, memupuk dan meningkatkan mutu akhlak umat khasnya di kalangan remaja adalah suatu tanggung jawab besar. Ia tidak dapat dilakukan dengan jayanya kecuali oleh manusia yang berjiwa besar dan mempunyai kualitas kemanusian yang tinggi. Ia harus bermula dengan melahirkan para pemimpin umat yang berakhlak, beriman dan bertakwa. Pemimpin yang mempunyai nilai akhlak Islam, mempunyai kerohanian yang amat tinggi, mewarisi ciri perjuangan Rasulullah yang diutus untuk membangun akhlak dan keluhuran umat manusia. Lantas memastikan semua umat menunaikan solat, mengeluarkan zakat, menyuruh yang makruf, mencegah yang mungkar, menghalalkan apa yang dihalalkan oleh Allah, mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah. Mereka melaksanakan undang-undang Allah yang sebenarnya memang melindungi nilai dan norma akhlak dalam masyarakat.
Menanamkan kesadaran tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, pendidikan akhlak, istiqamah pada agama yang dianaut, teguh politik, melazimkan musyawarah dengan disiplin dan bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam  yang benar. Sesuatu akan selalu indah selama benar. Ketahanan umat bangsa terletak pada kekuatan ruhaniyah keyakinan agama dengan iman dan taqwa. Pendidikan akhlak tidak hanya melalui penjelasan mengenai nilai-nilai akhlak kepada masyarakat di mana mereka boleh memilih dan menghargai nilai-nilai tersebut tetapi juga pendidikan akhlak boleh dibuat berdasarkan perlaksanaan atau penghayatan. Walaupun di peringkat awal ia dilaksanakan kerana arahan atau tekanan dari luar, namun lama kelamaan ia akan menjadi kebiasaan dan tabiat.
Persmasalahan sosial dan budaya sering mempengaruhi manusia. Hal tersebut merangkum tradisi, model tingkah laku dan saranan serta rangsangan yang bersifat akhlak. Manusia memang sering terpengaruh dari lingkungannya; dengan cara meniru serta mencontoh figure yang disanjung. Ia akan berusaha melaksanakan sesuatu yang disanjungi oleh masyarakatnya. Sebaliknya, perbuatan yang dianggap keji oleh lingkungannya, ia akan berusaha sedapat mugkin untuk menghindarinya. Manusia juga dipengaruhi oleh idolanya. Idola tersebut sering menjadi rol model dalam kehidupan mereka. Manusia yang berperan menjadi rol model tersebut antara lain ialah tokoh politik, artis, seniman, atlit, orang tua, guru dan sebagainya.
Meskipun Rasulullah adalah qudwah yang paling ideal bagi umat Islam, namun penghayatan nilai-nilai yang dibawa oleh Rasulullah hendaklah dipaparkan oleh golongan para idola tersebut. Mereka sewajarnya senantiasa berusaha menunjukkan contoh dan teladan yang terpuji agar dapat ditiru oleh generasi muda. Penghayatan golongan idola tersebut terhadap nilai-nilai yang luhur dan utama pasti akan mengukuhkan keyakinan generasi baru bahwa keutamaan dan keluhuran memang sebenarnya boleh dilaksanakan. Ia bukan zaman dahulu kala atau idealisme khayalan belaka; tetapi sesungguhnya Rasulullah adalah suatu realiti yang tentunya harus dicontoh dan direalisasi oleh generasi masa kini.
Kita semua pasti tidak menginginkan kenakalan remaja terjerumus kedalam lembah dekadensi moral dan kenakalan remaja. Analisa realitas objektif menunjukkan bahwa tidak seluruhnya remaja rusak. Dengan berpikiran positif tidak pula harus ditunggu setelah semua remaja terpuruk kedalam lumpur amoral barulah upaya perbaikannya dilaksanakan dengan intensif. Di harapkan generasi kedepan dapat digiring menjadi taat hukum dimulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga dengan memperkokoh peran orang tua, ibu bapak ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif dalam menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur dan aqidah yang baik kepada generasi pelanjut bertumpu kepada cita rasa patah tumbuh hilang berganti. Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlaq akan melahirkan saintis tak bermoral agama, konsekwensinya ilmu banyak dengan sedikit kepedulian. ***

Senin, 24 September 2012

Kamu

JIka aku air matamu, aku hidup di pipimu dan berakhir di bibirmu.
Jika kamu air mataku, aku tak akan menangis karena aku tak mau kehilanganmu...

#eaa....

Selasa, 06 Maret 2012

Nek....

Telah dimuat di Singgalang Minggu, 4 Maret 2012
Nek

Oleh; Eka Susanti

Nek,
ada senja dipelupuk matamu yang begitu
redup dan teduh menjemput malam
perjalanan siang yang melelahkan,
pahit getirnya kehidupan yang kau seberangi
tawa canda, suka duka yang kau lalui
terpancar pada raut wajahmu ketika
menghantarkan matahari kepelupuk senja
kini,
malam telah menyertaimu
tuk melelapkan, menghantarkan lelahnya kedip...



Selasa, 28 Februari 2012

puisiku


Ayam Jantan
 Telah dimuat di koran

Lain ceritanya dengan ayam biasa, ayam yang satu ini sungguh luar biasa
Biasanya ayam jantan berkokok di tengah kesejukan pagi hari tapi,
ayam yang satu ini berkokok dikala cuaca panas, memanggang
Ia berkokok
Membangunkan semua makhluk disekelilingnya, untuk mendapatkan pengaruh darinya.

Jika panas telah selesai, dan ia telah dapatkan sarang kebesaran diruangnya
Ia takkan berkokok lagi karena,
mungkin saja ia telah lupa dengan cara berkokok, dan akan mempelajarinya
Hingga musim panas berikutnya datang lagi.

Padang, 2011


puisiku



Kabut di Gunung Merapi

Kabut abu-abu hitam bertengger di gunung merapi, kampungku
Seketika diarak angin, rintik gerimis menuruni lembah meleleh ke dasar padang, rantauku
Tiada celah mentari september
Kaki gunung mengimbangi kabut, ketika ia terlelap di pelukannya
Berkali kuintip siapa aktornya melalui celah bilik, kamarku
Berbulan,
saatnya akan dimulai
Rinai awal datang saat siang masih berjalan, di gubuk tua ini
Ku tangisi gelap, yang pasti akan tiba
Membuatku bekerja keras untuk menguntai kenangan itu dalam tiap-tiap kata
Kan ku untai dalam sebuah tulisan
Ku ingin semua menghargai, setidaknya nanti setelah aku berangkat pergi
Ku ingin mereka tahu siapa sebenarnya yang zalim itu,
pecundang, pencurang, pengemis
dan ku ingin mereka tahu siapa sebenarnya yang adil
yang bijaksana, dan yang terluka itu

Sabu Andaleh, 19 Sep’ 2010

Senin, 27 Februari 2012

Sujudku




Sujud semalam suntuk 
telah dimuat di koran sumbar (Singgalang Minggu)

Selesai shalat magrib. Kumainkan irama merduku diatas tafsir Qur’an dengan tarian suaraku yang mendayu-dayu. Ku tak dapat berkutik sedikitpun, kecuali sujud kehadapannya. Ku syukuri atas semua yang ku miliki
Sembah sujudku diiringi butiran air  dari bulatan bola mataku menyesali atas apa yang telah terjadi, dan mensyukuri atas kesempatan yang telah di beri
Ketika itu kokokan ayam menyentakkanku dari sujudku, dari sajadah putihku. Membangunkanku dari panjat doa yang kutadahkan semalam suntuk.

Batipuah, 2011


Selasa, 21 Februari 2012

Senja di Peraduannya

  
Selamat sore,
Ketika senja mulai menenggelamkanmu, hatiku luluh bagaikan daun-daun yang berguguran
Mengingat kenangan kita yang selalu melepas senja keperaduanya....